"Dengan banyak sponsor yang mendukung ajang ini, kami berharap atlet muda akan menunjukkan performa yang baik sebagai calon pemain elit dunia," kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam jumpa pers pada Selasa siang (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Achmad berharap turnamen ini jadi barometer untuk klub-klub tanah air. Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapat keuntungan menyumbang pemainnya lebih banyak dari negara lain, yakni sebanyak 71 atlet. Mereka akan memperebutkan medali karena tidak ada uang hadiah yang disediakan pada turnamen ini.
Menurut Achmad, para atlet yang hadir sudah mewakili peta bulutangkis Asia. "Hampir semua negara datang kecuali China. Tapi tidak apa-apa, tanpa China turnamen ini tetap bergengsi. Penting bagi PBSI untuk terus memantau pemain yang akan jadi penerus."
Achmad menuturkan bahwa PBSI menargetkan enam gelar juara, lebih tinggi dari empat gelar yang didapatkan dua tahun lalu. Meski demikian, Achmad mengakui bahwa sulit memprediksi hasil akhir karena jarang ada kompetisi di tingkat atlet junior.
Turnamen ini diikuti oleh total 268 peserta untuk kedua kategori usia yang berasal dari 12 negara anggota Konfederasi Bulu tangkis Asia (BAC), dan menjadi ajang untuk melihat perkembangan pebulutangkis negara Asia.
Asia adalah satu-satunya konfederasi yang memiliki kejuaraan di kategori U15 dan U17.
"Atlet-atlet junior harus melatih kemampuan mereka sejak masih dini dengan selalu berpartisipsi dalam kompetisi di berbagai kejuaraan kelompok umur yang berbeda. Agar nanti, dapat masuk ke jenjang turnamen bergengsi mendatang," ucap Manajer Acara BAC, Chooi Weng Seng.
Dalam turnamen ini, Indonesia akan diwakilkan oleh atlet dari PB Djarum, Jaya Raya, Mutiara Cardinal, Exist, dan Candra Wijaya International Badminton Club. Turnamen tersebut bisa disaksikan secara langsung di tempat, live streaming ataupun TV Kabel. (vws)