Iannone berhasil mengakhiri kualifikasi di peringkat kedua, sementara Lorenzo di peringkat ketiga. Namun, hasil kualifikasi kedua pebalap itu identik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lorenzo kesal dengan taktik yang digunakan Iannone. Iannone menggunakan jejak ban motor Lorenzo, akhirnya pebalap asal Italia itu berhasil memaksimalkan waktu.
“Dengan (bekas) roda saya Iannone menjadi sangat cepat, dan dengan ban lunak Ducati, tentu saja memberi dia waktu dua atau tiga kali dan membuat saya keluar dari posisi kedua,” kata Lorenzo.
“Kemenangan (MotoGP Australia) itu tujuan saya,” tukas Lorenzo.
Sementara itu, ketika Lorenzo kesal, Iannone justru ‘berterima kasih’. Pebalap berusia 26 tahun itu pun menyatakan keberuntungan serupa yang akan mengantarnya ke podium tertinggi di Phillip Island, Minggu (18/10).
“Jorge telah monolong saya,” kata Iannone, “Betul-betul sebuah pertolongan yang besar untuk berkembang dua atau tiga kali lebih baik dari lap terbaik (yang pernah didapatkan) saya.”
Ia pun senang dapat memulai balap akhir ini di grid terdepan. Ia mengaku paham bahwa Marquez dan Lorenzo akan sangat kuat di dua hingga tiga lap pertama.
“Jadi penting untuk start di barisan depan,” katanya.
Tentu saja, kata Iannone, dirinya tak akan melupakan pebalap-pebalap lain terutama rekan senegaranya, Valentino Rossi dan pemenangan MotoGP Jepang akhir pekan lalu, Dani Pedrosa. (kid/kid)