Ranieri dan Mourinho memiliki ikatan tak langsung. Mourinho adalah pelatih yang menggantikan Ranieri semasa ia menangani Chelsea saat Roman Abramovich baru membeli klub tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ranieri tak merasa puas karena lebih unggul dari Mourinho.
Eks pelatih AS Roma ini mengakui bahwa raihan Leicester menyodok ke papan atas klasemen di luar dugaannya. Ia juga memprediksi bahwa masa-masa tersebut akan berakhir.
"Akan menjadi sebuah keajaiban jika kami masih berada pada posisi ini di akhir musim," kata Ranieri. "Kami telah menikmati awalan musim yang bagus, tapi akan segera melakoni laga melawan tim-tim besar."
Pelatih yang dikenal dengan julukan The Tinkerman itu kemudian mengungkapkan rahasia timnya di musim ini. Menurutnya, Leicester adalah tim yang mengkombinasikan teknik-teknik bermain ala Italia dan semangat khas sepak bola Inggris.
"Kami memiliki skuat besar dengan semangat yang hebat di kamar ganti. Sejak datang ke klub ini, saya juga telah mengganti sistem sehingga tim telah menemukan gaya permainannya."
"Kami paham kekuatan kami."
(vws)