Tak lama kemudian, Yamaha pun menegaskan bahwa musim 2016, Yamaha bakal tetap diperkuat oleh Lorenzo dan Rossi. Lorenzo sendiri berharap kontraknya dengan Yamaha bukan hanya hingga akhir 2016, melainkan terus berlanjut sampai ia menyudahi kariernya di MotoGP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin mengakhiri karier di Yamaha dan itu bakal jadi mimpi buat saya. Saya telah menyamai catatan Wayne Rainey dan Eddie Lawson dalam hal jumlah gelar juara dunia bersama Yamaha, karena itulah saya bahagia ada di pabrikan ini," tutur Lorenzo seperti dikutip dari Deportes El Pais.
Namun tak butuh waktu lama, Lorenzo sukses menggeser Rossi dan jadi andalan Yamaha. Di musim ketiganya, Lorenzo sudah sukses jadi juara dunia. Hal ini pula yang membuat Rossi merasa tersingkir dan akhirnya memilih memulai petualangan baru bersama Ducati.
Ketika Rossi kembali ke Yamaha pada 2013, Lorenzo sudah bukan lagi pebalap muda. Ia sudah menjadi sosok yang sejajar dengan Rossi.
Kini dengan koleksi tiga gelar di tangan plus usia yang baru menginjak 28 tahun, Lorenzo jelas masih menyimpan peluang besar untuk menambah koleksi gelarnya.
"Pada awalnya, keberhasilan meraih titel ketiga memberikan kegembiraan yang begitu meledak dalam diri saya dan itulah perasan paling spesial yang bisa didapatkan."
"Selanjutnya, emosi yang saya rasakan tentunya bergantung pada bagaimana saya memperoleh titel tersebut. Dengan cara meraih gelar yang saya dapatkan, rasanya tidak ada cara lain yang lebih dramatis daripada hal tersebut," kata Lorenzo menggambarkan gelar ketiganya bersama Yamaha. (ptr/ptr)