Meski merasa terhina dengan tuduhan Rossi, Marquez tetap ingin berdamai dengan pebalap Movistar Yamaha tersebut. Marquez mengaku akan tetap menjabat tangan Rossi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berpikir, setelah beberapa hari atau bulan, setelah Rossi menghabiskan banyak waktu di rumah tanpa memikirkan tensi di sekitarnya, dia akan melihat semuanya dari sisi yang berbeda."
"Kami menjalani musim yang luar biasa, semua pebalap menikmati balapan. Bagi saya dan semua pebalap lainya, kami harus berusaha membalik halaman, meski ini akan sulit dilupakan," tegas Marquez.
"Saya memiliki perasaan dengan tensi tinggi, itu perasaan yang aneh. Musim ini saya justru lebih gugup, dibanding pada musim 2013 ketika saya bersaing dalam perebutan gelar juara dunia," sambungnya. (har/har)