Namun kemudian sejumlah klarifikasi diberikan oleh para warga Turki lewat media sosial bahwa sorakan yang ada di 'minute of silence' bukan berarti mereka tidak menghormati tragedi teror di Paris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mari membuat semuanya jadi jelas. Di Turki (khususnya pada pertandingan sepakbola), satu menit mengheningkan cipta digunakan para pendukung untuk berseru kepada para korban serangan teroris."
Menurut Ozsari, kebiasaan untuk bersorak atau berseru saat momen satu menit mengheningkan cipta sudah ada sejak lama, yaitu ketika organisasi teroris PKK sering menghadirkan teror di Turki.
Saat itu lebih dari 30 ribu warga Turki terbunuh selama 30 tahun masa teror PKK.
"Dalam acara apapun, bila PKK baru saja membunuh warga Turki, maka publik Turki akan menyerukan kalimat tersebut."
"Korban teroris akan selalu dianggap martir dalam budaya Turki dan tak mungkin mereka menyoraki korban teror," ucap Ozsari.
Laga antara Turki lawan Yunani sendiri berakhir tanpa gol, 0-0. Turki sendiri sudah memastikan satu tempat di Piala Eropa 2016 yang bakal berlangsung di Perancis lewat status peringkat ketiga terbaik. (ptr)