Di beberapa seri terakhir, Marquez yang sudah tersisih di persaingan perebutan gelar juara dunia malah terus berusaha mengganggu Rossi. Hal ini terlihat jelas di seri Australia dan Sepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lorenzo bisa melaju tenang di depan dan Marquez beralasan ia tak punya cukup kecepatan untuk mengejar Lorenzo. Insiden ini membuat Rossi panas sampai-sampai menyebut Marquez sebagai pengawal Lorenzo.
Lorenzo saat itu menilai bahwa Rossi seharusnya terkena hukuman yang lebih berat dari sekadar start dari garis belakang. Saat Rossi coba melakukan banding ke CAS, Lorenzo pun aktif menyuarakan pendapatnya meski dirinya tak terlibat insiden tersebut.
Rossi sendiri tidak pernah menyuarakan cuitan di akun twitter setelah ia gagal menjadi juara dunia pada 8 November lalu.
Melihat aksi Rossi ini, hubungan Rossi-Lorenzo dan Marquez sepertinya tidak akan berubah drastis dan kembali seperti sedia kala begitu musim baru 2016 dimulai.
Api rivalitas dari musim 2015 di antara mereka bertiga masih menyala dan hal itu akan membuat seri-seri awal MotoGP 2016 sudah berlangsung panas dan penuh (ptr/ptr)