"Saat itu sebenarnya Hendra sudah sakit dan sempat ada pertimbangan untuk mundur. Namun Hendra memilih untuk tetap bermain."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran sakit itu pula, kepastian Ahsan/Hendra menuju Final Super Series sempat dipertanyakan.
Namun akhirnya Ahsan/Hendra memutuskan untuk tetap berangkat. Jeda beberapa hari di Dubai dimanfaatkan oleh Hendra untuk pemulihan kondisi. Akhirnya, Ahsan/Hendra berhasil tampil dalam kondisi bugar sejak awal hingga akhir turnamen.
"Memang di awal turnamen, permainan Ahsan/Hendra belum sepenuhnya sempurna. Namun mereka sukses menunjukkan grafik permainan yang meningkat selama turnamen berlangsung hingga akhirnya menjadi juara," ujar Herry.
Setelah jadi juara di Final Super Series, Herry berjanji bakal memberikan libur agar Ahsan/Hendra bisa menikmati waktu rehat sejenak dari jadwal latihan yang selama ini terus membayangi.
"Lagipula pelatnas memang bakal diliburkan di akhir tahun ini sampai awal tahun depan."
"Berbeda dengan Ahsan/Hendra, para ganda putra muda bakal mendapatkan waktu libur yang lebih singkat dari Ahsan/Hendra. Hal itu terjadi karena mereka harus bersiap untuk turnamen di awal tahun mendatang," ujar Herry.
*Catatan redaksi: Ada koreksi yang dilakukan dalam berita ini pada pukul 22.00 WIB. Sebelumnya pasangan ganda putra yang ditulis adalah Angga Pratama/Rian Agung seharusnya yang direncanakan mengganti Ahsan/Hendra adalah pasangan ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda. (ptr)