Tidak hanya itu, dalam beberapa bulan terakhir, Tontowi/Liliyana juga sering kalah di babak awal melawan pebulutangkis yang di atas kertas bisa mereka kalahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira setelah berhasil jadi juara Indonesia Masters, kepercayaan diri mereka kembali dan bisa tampil bagus di Final Super Series. Namun ternyata tidak."
Di Final Super Series, Praveen/Debby justru sukses melesat ke babak semifinal sebelum akhirnya terhenti di tangan Chris Adcock/Gabrielle Adcock.
"Dengan melesatnya performa Praveen/Debby, maka beban yang ada dalam diri Tontowi/Liliyana sebagai andalan pun menjadi berkurang dibandingkan sebelumnya."
"Tidak hanya itu, melesatnya kemampuan Praveen/Debby pasti akan memacu Tontowi/Liliyana untuk secepatnya bangkit dan kembali ke permainan terbaik mereka," kata Richard.
Bukan Sekadar Pemantik Semangat Tontowi/Liliyana
Meski meyakini meningkatnya kemampuan Praveen/Debby bakal memicu kebangkitan Tontowi/Liliyana, namun Richard menegaskan bahwa Praveen/Debby bukan hanya sekadar pemantik semangat bagi Tontowi/Liliyana.
"Bagi saya posisi Praveen/Debby sudah sejajar dengan Tontowi/Liliyana. Mereka mulai bisa diandalkan untuk target besar. Di All England nanti pun saya akan memberi target juara bagi mereka," ujar Richard.
Walaupun sejauh ini belum mendapatkan gelar besar, Richard tetap menilai Praveen/Debby makin menjelma jadi ganda yang berbahaya.
"Permainan mereka terus meningkat dan mereka kini sudah jadi ganda yang diwaspadai oleh ganda-ganda lainnya di papan atas."
"Saya harap grafik mereka terus meningkat dan mencapai puncaknya di Olimpiade," ucap Richard berharap. (ptr/ptr)