Pemain berusia 29 tahun ini pun masih menempatkan namanya sebagai pencetak gol tersubur musim ini di Liga Primer Inggris dengan 16 gol.
Vardy bahkan mengalahkan rekor mantan pemain Manchester United, Ruud Van Nistelroy, untuk urusan mencetak gol secara beruntun. Ya, pemain berperawakan kurus ini sudah mencetak 11 gol beruntun di Liga Primer Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, terungkap rahasia Vardy yang bisa melesat cepat di lapangan. Seperti dilansir pada wawancara The Times, melalui dailymail.com, pelatih Leicester, Matt Reeves mengungkapkan, telah melakukan serangkaian metode khusus kepada Vardy.
"Hasilnya, tim medis, departemen sains olahraga dan staf kepelatihan sepakat, bahwa ia mambutukan masa pemulihan yang lebih panjang setelah pertandingan, ketimbang rekan-rekan setimnya."
Reeves menerangkan, sesaat setelah pertandingan, tim pelatih dan tim kesehatan langsung fokus pada makanan bernutrisi, susu dan suplemen berprotein untuknya. "Seluruh pemain juga melakukan pemulihan termasuk mengonsumsi Cherry Active dan Leucine, tablet antioksidan tinggi untuk memulihkan otot-otot mereka," Reeves menerangkan.
Metode yang cukup ekstrem lainnya, ia menambahkan, adalah unit ruang Cryo. "Pemain akan terpapar suhu hingga mencapai minus 135 derajat Celsius. Sementara sisanya merupakan metode latihan seperti biasanya seperti fitnes, sepeda, pijat, dan lainnya," Reeves menerangkan.
Untuk metode cryotherapy, para pemain memasuki ruangan yang dilengkapi perlengkapan berisi nitrogen cair yang diatur dengan suhu minus 60 derajad Celcius selama 30 detik. Setelah itu, masuk ke ruangan dengan suhu minus 135 derajat Celsius selama dua menit. (bac)