Pembanguna kedua venue olahraga bertaraf internasional itu diprediksi menyedot anggaran hingga Rp1,6 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pembangunan infrastruktur itu sebagai upaya untuk mewujudkan Bali sebagai salah satu destinasi olahraga di dunia.
Sudikerta juga menyatakan bahwa Pemprov Bali melalui Dinas PU Provinsi Bali telah melakukan studi kelayakan.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali Ida Bagus Made Parwata mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan stadion internasional dan aquatic center diprediksi Rp1,6 triliun.
Skema pembayaran akan dilakukan melalui "availibility payment" atau sistem penyedia pembayaran yang sebelumnya wajib diaudit BPKP.
"Jadi kalau itu dibangun, yang membiayai adalah Kementerian Keuangan. Setelah itu selesai, Pemprov Bali akan mencari operatornya untuk mengelola sarana itu. Hasilnya itu digunakan untuk membayar," ujar Parwata. (jun)