Ambisi besar Galatasaray untuk menembus klub elite di Eropa, justru bakal berujung tidak mengenakkan klub asal Istanbul itu. Setelah melakukan belanja besar-besaran, termasuk pembangunan stadion super megah, Turk Telekom Arena, utang-utang klub itu kian menumpuk.
Galatasaray pun terancam larangan tampil di kompetisi Eropa lantaran sulit membayar utang-utang akibat pengeluaran yang tak sebanding dengan pemasukan. Itu karena klub tiga besar di Istanbul tersebut melanggar financial fair play yang diberlakukan untuk semua klub di bawah induk sepak bola Eropa (UEFA).
Galatasaray pun terancam larangan tampil di kompetisi Eropa lantaran sulit membayar utang-utang akibat pengeluaran yang tak sebanding dengan pemasukan. Itu karena klub tiga besar di Istanbul tersebut melanggar financial fair play yang diberlakukan untuk semua klub di bawah induk sepak bola Eropa (UEFA).
“Orang Turki sudah terbiasa hidup dengan krisis dan akan menemukan solusinya.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belanja pemain-pemain bintang dan proyek pembanguan besar-besaran, membuat pengeluaran “Gala” tidak rasional lagi.
Seperti dinyatakan UEFA, Galatasaray gagal memenuhi aturan dalam hal nilai minimal kerugian sebuah klub. Ini yang bisa membuat klub itu tak boleh tampil di kompetisi Eropa.
Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA (CFCB) sendiri rencananya baru akan mengambil keputusan terkait status Galatasaray itu pada akhir Februari nanti.
“Kerugian kami mencapai 164 juta euro dalam tiga musim terakhir. Itu sudah melewati batas toleransi kerugian dari UEFA,” ujar Presiden Galatasaray, Dursun Ozbek, kepada Reuters.
Pihaknya pun berusaha keras untuk menghindari larangan tampil di kompetisi Eropa.
”Sekarang kami mencoba memotong kerugian tahunan menjadi 10 juta euro dan bekerja berdasarkan road map,” Ozbek menerangkan.