"Deadline kontrak penyelenggaraan sampai bulan Juni (tahun ini)," kata Erick saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erick menegaskan pihaknya akan tetap berusaha untuk menyelenggarakan MotoGP pada tahun 2017. Namun, pria yang juga menjabat presiden klub Inter Milan itu mengklaim Indonesia tetap bisa masuk kalender MotoGP 2018.
Dorna selaku pemegang lisensi MotoGP, kata Erick, siap membantu pembangunan infrastuktur untuk penyelenggaraan MotoGP. "Intinya, Dorna untuk Indonesia. Pangsa pasar terbesar ada di Indonesia," kata Erick.
Lebih jauh, Dorna dikabarkan secara resmi akan datang ke Indonesia dalam waktu dua pekan mendatang. Erick mengatakan Indonesia akan berusaha mendapatkan kontrak jangka panjang dari Dorna.
"Kami minta ke mereka tidak hanya untuk 3 tahun ke depan, tetapi sepanjang waktu," kata Erick.
Sebelumnya, pihak Kemenpora menyatakan ajang balap motor elite dunia itu masih bisa dilangsungkan di Indonesia. Saat ini, kajian sedang dilakukan mengenai perlu atau tidaknya MotoGP di Indonesia terutama dari aspek finansialnya.
Kajian itu rencananya dilakukan oleh Kemenpora bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata. Juru bicara Kemenpora, Gatot Dewa Broto, mengatakan pihaknya tengah mengkaji lokasi MotoGP dilangsungkan. Terlebih, karena pelaksanaan di Sirkuit Sentul dan Gelora Bung Karno tidak lagi dapat dilakukan. (har)