Hal itu dilakoni setelah para suporter lokal Liverpool melakukan protes dengan melakukan walkout pada menit ke-77 laga menjamu Sunderland, Sabtu (6/8). Adapun menit ke-77 mengacu pada kenaikan paling mahal untuk sebuah harga tiket yang diterapkan manajemen The Reds.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, seperti dilansir Liverpool Echo, kelompok Spion Kop 1906 yang mengkoordinasi protes tersebut bersama kelompok lain, Spirit of Shankly, pun tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya setelah protes mereka terbilang sukses.
"Momen yang mendahului walk out juga menunjukkan kuatnya perasaan dengan nyanyian-nyanyian yang keras yang ditujukan ke tempat duduk direktur klub. Ini adalah indikasi baik bahwa suporter sangat marah dengan harga tiket dan ini hanya awalan dari aksi berikutnya." (kid)