Kekalahan tersebut membuat ManCity tak beranjak dari peringkat empat klasemen sementara Liga Primer dengan torehan 47 poin, tertinggal empat poin dari Tottenham dan Arsenal, serta enam poin dari Leicester di puncak klasemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Clattenburg memberi Tottenham penalti karena menganggap Raheem Sterling melakukan handball saat menahan umpan silang Danny Rose. Namun, dalam tayangan ulang terlihat bola mengenai bagian badan Sterling, bukan tangan.
Pellegrini menganggap penalti yang dilesakkan Kane merusak permainan ManCity. Sebelum gol penalti tersebut, ManCity benar-benar menguasai jalannya pertandingan dan mengurung pertahanan Tottenham.
"Itu momen kunci yang menentukan hasil pertandingan. Sebelumnya mereka tidak pernah melakukan tendangan ke gawang dan tidak punya peluang. Kami mengambil risiko, semangat tim bagus, tapi itu tidak cukup," ucap Pellegrini.
Pellegrini mengaku telah dikecewakan dua kali oleh Clattenburg. Pasalnya pada pertemuan pertama di markas Tottenham ketika ManCity kalah 1-4, Clattenburg juga memimpin jalannya pertandingan.
"Ini wasit yang sama dengan pertandingan, di mana dia mengesahkan dua gol offside dan kami kalah 1-4," tegas Pellegrini.
Dengan pertandingan Liga Primer menyisakan 12 laga, ManCity masih memiliki peluang besar untuk menjadi juara. Pellegrini pun optimistis dengan peluang The Citizens.
"Kami akan berjuang hingga akhir. Masih ada 36 poin yang diperebutkan dan kami hanya enam poin di belakang pemuncak klasemen. Kami tidak akan menyerah," ucap Pellegrini. (har)