Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan, anggaran penyelenggaraan turnamen didapatkan dari Gelora Trisula selaku operator.
"Bukan dari anggaran Polri tapi dari sponsor, Pak Joko (Driyono) dari PT Gelora Trisula Semesta," kata Badrodin dalam konferensi pers di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (15/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu kebanggaan bagi kami ketika Kapolri menunjuk kami untuk menyelenggarakan event ini. Dan kita juga berharap ini adalah awalan berkesinambungan dengan kompetisinya sendiri," ujar Joko.
Perusahaan pengganti PT Liga ini kemudian dibentuk agar tidak terkesan masih berafiliasi dengan PSSI.
Meski demikian, Gelora Trisula Semesta telah ditunjuk sebagai EO turnamen Piala Bhayangkara yang menelan biaya sekitar Rp20 miliar.
Hadiah Miliaran
Tim juara berhak menerima hadiah sebesar Rp2,5 miliar. Sementara runner up Rp1,5 miliar. Sementara pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak, masing-masing akan mengantongi Rp100juta.
Dikatakan Badrodin, "Turnamen ini merupakan premium even dalam rangka pramusim Indonesia Super Competition (ISC) yang akan diselenggarakan setelah Bhayangkara Cup."
Turnamen ini bakal melibatkan 10 tim peserta yang sebagian besar dihuni tim Liga Super Indonesia (ISL). Mereka adalah Sriwijaya FC, Arema Indonesia, Persib Bandung, Mitra Kukar, Bali United, Persija Jakarta, PS TNI, PS Polri, dan Persipura Jayapura. Satu slot tersisa disediakan untuk juara Piala Gubernur Kalimantan Timur.
"Semuanya tim juara kecuali PS TNI dan PS Polri. Karena tuan rumah kan boleh saja ikut," kata Badrodin berkelakar.
Partai pembuka bakal dihelat di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Bandung. Sementara final akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Tim peserta dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing bermain di Bandung dan Bali dengan format setengah kompetisi. Sedangkan semifinal akan menggunakan sistem kandang dan tandang. Di mana setiap juara grup berhak menjadi tuan rumah pada leg pertama semifinal sebelum menuju partai puncak di GBK.
Piala Bhayangkara merupakan inisiasi dari Mabes Polri untuk mengisi waktu di tengah sepak bola nasional yang belum menentu. Perhelatan ini hanya mengikuti kesuksesan Piala Presiden dan Piala Jenderal Soedirman yang sudah digelar sebelumnya. (jun)