Madrid akan menjajal AS Roma di Stadion Olimpico pada fase 16 Besar Liga Champions, Selasa (16/2) waktu setempat. Untuk menyiapkan Isco, Zidane tidak memainkan Isco dari menit pertama dalam laga melawan Athletic Bilbao pada akhir pekan lalu yang kemudian dimenangi Los Blancos dengan skor 4-2. Gelandang kreatif 23 tahun itu hanya bermain di 19 menit akhir pertandingan.
Sejak Zidane menggantikan Rafael Benitez sebagai pelatih Madrid pada awal Januari lalu, Isco lebih sering diturunkan menjadi motor di lini tengah untuk mendampingi Toni Kroos dan Luka Modric.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berstatus sebagai penyumbang gol dan assist terbanyak di Roma dengan torehan delapan gol dan tujuh assist, Pjanic kini menjadi pemain yang paling harus diwaspadai oleh lini belakang Real Madrid.
Kedatangan Luciano Spaletti untuk menggantikan Rudi Garcia di bangku pelatih I Luppi juga membuat Pjanic bertransformasi. Semula lebih sering menjadi gelandang serang, Pjanic kini memiliki peran seperti gelandang jangkar (regista) dalam formasi 4-2-3-1. Mirip dengan yang dilakukan Andrea Pirlo bersama Juventus.
Dengan strategi itu, Roma pun sukses mengoleksi empat kemenangan beruntun di empat laga terakhirnya.
Menghadapi Madrid, Spaletti juga mengambil langkah sama dengan Zidane yaitu mengistirahatkan motor lini tengahnya. Ketika menekuk Carpi 3-1, Pjanic baru masuk di babak kedua untuk menggantikan El Sharaawy demi menjaga kebugarannya di laga Liga Champions.
Ditopang oleo Radja Nainggolan yang menjadi gelandang box to box, William Vainqueur atau Seydou Keita, Pjanic akan menjadi lawan sepadan bagi Isco pada duel Rabu malam nanti. (vws)