Johnson mengungkapkan hal ini melalui akun media sosialnya @MagicJohnson.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka membuatnya mendapatkan uang US$100 juta. Saya kira baginya (Pacquiao), uang itu masih hijau."
Pacquiao akan menjalani laga terakhir dalam kariernya pada awal April nanti melawan Timothy Bradley. Petinju 37 tahun itu berencana untuk kembali menjadi senator, dan setelahnya bahkan mempertimbangkan menjadi presiden.
Di Filipina yang mayoritas penduduknya adalah kaum konservatif, kata-kata kontroversial Pacquiao ini tidak akan mengubah sikap publik terhadap kampanye politiknya.
Namun insiden itu bisa mengubah citra Pacquiao di dunia tinju, terutama setelah ia dianggap sebagai "orang baik" dalam pertarungannya melawan Mayweather.
Pacquiao sudah meminta maaf atas komentarnya itu lewat akun media sosial Twitter dan Facebooknya.
Namun lewat wawancara dengan New York Times, Pacquiao menegaskan tak menyesal dengan ucapannya dan "bahagia" karena telah menyuarakan sikap.
"Saya tak terlalu pusing dengan kontroversi. Saya lebih bahagia karena saya mengatakan yang sebenarnya," kata petinju 37 tahun itu.
"Akan lebih buruk lagi jika saya menyembunyikan kebenaran. Saya bahagia karena lebih banyak orang awas tentang yang sebenarnya. Tentu saja saya menentang pernikahan sesama jenis. Tapi saya tidak mengutuk." (vws)