"Yang penting itu niat baik pemerintah. Saya percaya kerugian sepak bola akan semakin besar jika kondisinya seperti ini terus. Kalau ini tidak selesai saya ingin rekomendasi dibuat Pansus supaya ini selesai," kata Jefri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya, mengatakan jika pemerintah tetap tidak menggubris perintah FIFA untuk bergabung dengan Komite Ad Hoc Reformasi, maka perlu diambil beberapa langkah.
"Jangan sampai nanti di tengah balik arah. Kalau memang itu menjadi langkah atau keputusan politik mayoritas fraksi, mari kita lakukan. Kita lihat perkembangannya."
Teuku mengatakan Komisi X akan semakin mendesak pemerintah agar memanfaatkan keberadaan Komite Ad Hoc Reformasi untuk mencegah sanksi sepak bola yang lebih berat dari FIFA, yang akan menggelar kongres pada 26 Februari mendatang.
Komisi X rencananya akan melakukan Rapat Kerja dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pada 3 Maret mendatang. Di sana, Teuku akan menindaklanjuti persoalan sepak bola Indonesia yang hampir setahun belum kunjung selesai.
"Kami menyampaikan aspirasi publik dan tim Ad Hoc agar pemerintah mengambil sikap sebelum 26 Februari. Kami sudah memberi waktu cukup panjang kepada pemerintah melalui pimpinan DPR, melalui rapat-rapat di komisi ini juga sudah berulang kali diingatkan. Tapi belum ada langkah konkret dan strategi dari pemerintah, bahkan terkesan semakin keruh keadaannya," ujar Riefky.
"Kondisi ini berisiko tidak hanya kepada industri sepak bola sendiri, tapi juga keharuman nama bangsa sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Dan ini tentu mengganggu kita semua kan?" sambungnya. (har)