Namun, di musim ke-24 nya bersama AS Roma, Totti terbuang. Pelatih AS Roma Luciano Spaletti menarik dan memulangkan Totti beberapa jam jelang laga Serie A melawan Palermo. Hal itu disinyalir akibat dari kritik Totti kepada tim pelatih yang enggan memainkannya walau dirinya merasa masih cukup prima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Spalletti disambut sorakan menghina dari suporter saat tim tersebut melawan Palermo. Seperti dilansir Reuters, surat kabar lokal La Republica menggelar jajak pendapat. Hasilnya, seimbang antara yang mendukung Totti dan separuhnya mendukung Spaletti.
“Jika saya Totti, saya akan berhenti bermain tahun lalu ketika saya masih penting dan menjadi bagian integral dari tim,” ujar mantan penyerang Juventus dan Lazio, Fabrizio Ravanelli, dalam program Foxsports di Italia.’
Sementara itu mantan pelatih Italia Cesare Prandelli justru bersimpati pada Spaletti. Dalam kolom yang ia tulis untuk situs Calciomercato, Prandelli mengatakan seorang pesepak bola harus menghargai keputusan pelatih.
“Anda boleh jadi merupakan pemain paling penting, kapten, tetapi tipe-tipe tingkah laku tertentu tak dapat diterima (pelatih),” tulis Prandelli.
Prandelli pun meminta para pemain yang lama membela klub sehingga dapat disebut maskot menyadari hal tersebut dan belajar dari mereka yang semula juga disebut maskot seperti Alessandro Del Piero di Juventus, Paolo Maldini di AC Milan, dan Javier Zanetti di Internazionale.
(kid)