Merasa bersalah, Ganjar akhirnya datang ke hotel tempat menginap Yandi, Selasa (22/2), untuk meminta maaf secara langsung. "Ada bang Bobby (Satria) juga yang menemaninya main ke kamar hotel saya," kata Yandi, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tadinya biasa saja. Tapi saat saya ditandu, ia teriak ke arah saya: 'Hampura, a! Hampura, a! (Maaf kak).' Saya juga lihat normal saja kejadian itu Yandi Sofyan |
Dalam kesempatan itu, Yandi pun mencoba memberikan sedikit nasihat kepada juniornya itu. "Saya cuma bilang agar lebih berhati-hati lagi kalau main. Itu saja kok," ucap Yandi.
Ia pun membeberkan, cukup lama dirinya dengan Ganjar bercengkrama. "Ya, kami hanya ngobrol ngalor ngidul saja soal Persib dan Bali United. Lagi pula, silaturahmi itu kan bagus," kata Yandi sembari tertawa.
Yandi sendiri harus beristirahat selama sepekan ke depan untuk memulihkan cederanya. "Mungkin hanya perlu terapi untuk bisa sembuh. Sayang juga, tidak bisa main lawan Arema nanti," imbuh pemain kelahiran Garut itu.
Meski demikian, ia mengaku bersyukur bahwa cederanya tidak terlalu parah. "Untungnya waktu itu saya melompat. Kalau kaki saya masih berpijak di tanah, cederanya bisa serius karena kedua kaki Ganjar mengarah keras ke saya," tutur Yandi.
Pemain berusia 23 tahun itu pun sedikit menyayangkan keputusan wasit yang tidak tegas. Pasalnya, itu dibutuhkan demi melindungi pemain dari cedera serius.
Ganjar sendiri memang tidak diganjar kartu saat melakukan pelanggaran terhadap Yandi. Persib pun dipastikan tak akan diperkuat Yandi saat menghadapi Arema Cronus, Selasa (23/2) sore ini. (bac)