Akan tetapi kesepakatan tersebut masih menanti persetujuan dari Liga Primer Inggris.
Moshiri semula adalah pemegang 15 persen saham Arsenal. Ia memutuskan untuk menjual sahamnya tersebut kepada rekan bisnisnya, Alisher Usmanov, agar mendapatkan dana segar membeli saham The Toffees. Menurut BBC Sport, Moshiri mendapatkan dana £200 juta dari Usmanov.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Moshiri memandang keputusannya membeli saham ini dilakukan pada waktu yang tepat.
"Saya sangat senang mengambil kesempatan ini untuk jadi pemilik saham Everton, klub yang memiliki kekayaan sejarah sebagai salah satu klub papan atas Eropa," kata Moshiri seperti dikutip dari Liverpool Echo.
"Saat ini Liga Primer Inggris berada pada level persaingan yang paling ketat."
Meski membeli 49,9 persen saham klub, Moshiri sendiri tidak bisa dikatakan sebagai pemilik. Ia juga tidak bisa mengambil keputusan-keputusan besar secara mutlak.
Dengan menjual saham kurang dari 50 persen, Kenwright memastikan bahwa ia dan pemilik saham minoritas lainnya bisa menggugurkan usulan-usulan Moshiri yang dianggap tidak sesuai.
Menurut Forbes, Moshiri memiliki kekayaan hingga £1,3 miliar, lebih kaya dari pemilik Liverpool John W. Henry, dan juga menjadi pemegang saham di sejumlah perusahaan Inggris dan Rusia.
Moshiri juga memiliki kewarganegaraan ganda yaitu Iran dan Inggris.
Kedatangan Moshiri akan membuat para penggemar Everton berharap ada suntikan dana segar untuk memperkuat skuat. Di era Liga Primer Inggris, Everton memang tertinggal dari klub-klub besar lainnya dalam urusan pembelian pemain-pemain bintang.
(vws)