Ia mengakui gagal melewati pemeriksaan tes doping pada Australia Terbuka. Petenis asal Rusia ini positif mengonsumsi meldonium, zat yang ia gunakan sejak 2006 silam.
Juara lima kali Grand Slam itu pun untuk sementara diskors yang mulai berlaku 12 Maret nanti, menyusul kegagalan tes obat-obatan yang dilaluinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengenal Meldonium, Perusak Karier Sharapova |
“Selama 10 tahun belakangan ini, saya menggunakan obat yang dinamakan mildronate atas saran dokter saya,” kata Sharapova.
Kemudian, agen anti-doping dunia (Wada) melakukan analisis sampel tersebut dan menemukan terdapat meldonin, yang menyebabkan petenis dunia itu dituntut sejak 2 Maret.
“Sangat penting bagi Anda untuk mengerti bahwa selama 10 tahun obat-obatan yang saya gunakan tersebut tidak ada dalam daftar yang dilarang Wada dan saya menggunakan itu sejak 10 tahun lalu,” tutur Sharapova mencoba membela dirinya terkait kasus tersebut.
“Tapi sejak 1 Januari, aturannya berubah dan meldonium menjadi zat terlarang yang mana tidak saya ketahui.”
Sharapova juga baru menerima surat elektronik dari Wada soal pemberitahuan perubahan itu pada 22 Desember. “Mereka mencantumkan semua daftar obat-obatan terlarang, tapi saya tidak meng-click tautan dalam email tersebut,” ujarnya.
"Saya membuat kesalahan besar, saya membiarkan fan kecewa. Saya telah merusak olahraga yang sudah saya cintai sejak usia empat tahun." (bac)