Ia mengakui gagal melewati pemeriksaan tes doping pada Australia Terbuka. Petenis asal Rusia ini positif mengonsumsi meldonium, zat yang ia gunakan sejak 2006 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengakuan jujur dan kesalahan yang dilakukan Sharapova itu pun mendapatkan tanggapan dari para publik tenis dunia. Mantan pelatih petenis nomor dua pria dunia Andy Murray, Brad Gilbert, menilai kesalahan bukan pada Sharapova melainkan tim manajemennya. Menurutnya agen atau tim Sharapova telah alpa memeriksa kembali daftar obat ilegal.
Hal serupa pun diungkap petenis pria asal Inggris, Alex Ward. Ward mempertanyakan fungsi manajemen Sharapova yang tak mengecek rilis baru obat ilegal karena dinilai doping oleh Badan Antidoping Dunia (WADA).
"Sekarang seluruh dunia tenis meng-google meldonium, Apa itu Meldonium?" ujar petenis berusia 25 tahun tersebut.
Sementara itu mantan petenis Amerika Serikat yang telah memenangkan tiga gelar Grand Slam, Jennifer Capriati, mengaku dirinya marah dan kecewa jika menjadi Sharapova.
Seperti dikutip dari USA Today, tak secara lugas menyebut Sharapova, Capriati menyatakan seorang petenis tak pernah bermaksud untuk curang dengan cara apapun yang akhirnya justru menghilangkan karier. (kid)