Petenis asal Rusia ini positif mengonsumsi meldonium, zat yang ia gunakan sejak 2006 silam.
“Saya gagal dalam tes dan saya bertanggung jawab penuh” ujar petenis asal Rusia tersebut. “Selama 10 tahun belakangan ini, saya menggunakan obat yang dinamakan mildronate (varian lain dari meldonium) atas saran dokter saya.”
Lihat juga:Pengakuan Mengejutkan dari Maria Sharapova |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia menggunakannya secara reguler karena direkomendasikan dokternya. Ia (Dokter) memberitahu Sharapova apa yang harus diambil dan kapan ia harus melakukannya, dan dokter terus menguji kondisi medisnya dan mengonfirmasi bahwa obat itu memberikannya kemajuan medis yang diinginkannya."
Wada menyatakan meldonium terlarang karena "ada bukti-bukti bahwa zat itu digunakan atlet dengan tujuan untuk meningkatkan performa."
Meldonium dibuat pertama kali di Latvia dan digunakan secara medis untuk mengatasi masalah jantung seperti angina atau myocardial infarction. Zat ini juga sangat efektif untuk mengatasi ischemia atau kekurangan aliran darah.
Salah satu peningkatan pesat performa yang disebabkan dari efek zat itu adalah menjaga ketahanan stamina atlet yang bersangkutan. Begitu pula dengan kemampuan aerobik yang menjadi hal utama bagi para atlet.
Meldonium juga sangat berpengaruh untuk mengembalikan pemulihan kebugaran atlet secara cepat, tidak secara alamiah.
Lihat juga:Mengenal Meldonium, Perusak Karier Sharapova |
Di bawah pasal TUE, seorang pemain bisa diizinkan untuk menggunakan zat terlarang, tanpa melanggar aturan anti-doping, jika kondisi medis mereka memang mewajibkan sang atlet untuk mengonsumsi obat tersebut.
Menurut Program Anti-Doping Tenis dan aturan Wada, Sharapova bisa dihukum hingga empat tahun larangan berkegiatan di dunia tenis jika terbukti bersalah. (vws)