Usai menjadi pembicara di acara diskusi PSSI Pers di Senayan, Jakarta, Kamis (10/3), Joko mengaku tidak mempermasalahkan antara ISC atau ISL yang akan digelar. Joko lebih fokus pada perizinan pertandingan yang selama ini akar masalah dari tidak adanya kompetisi sepak bola di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau perizinan nanti terlewati, mau namanya ISC atau ISL, mudah-mudahan tetap memproteksi aspek bisnisnya. Konsolidasi dengan PSSI dan pemerintah kaitannya dengan perizinan ini menjadi perhatian kami."
"Kedua, harapan kami ada sinergi lanjutan yang memberikan kepastian untuk menindaklanjuti rencana-rencana yang kami buat. Jangan sampai ini sekedar berjalan, aspek formalnya terpenuhi tapi ada aspek binisnya atau perkembangan kondisi sepak bola menjadi tercecer," ucap Joko.
Selain aktif di PT GTS dan PT Liga, Joko juga menjabat Ketua Penyelenggara Turnamen Piala Bhayangkara 2016. Perannya di turnamen tersebut membuatnya lebih mudah berkoordinasi dengan Mabes Polri, khususnya untuk mewujudkan mimpinya soal tak ada lagi kendala perizinnan di kompetisi sepak bola Indonesia.
"Konsolidasi dengan Mabes tidak secara langsung, tapi secara informal menjadi lebih mudah koordinasinya. Oleh karenanya, kami ingin saat ada keputusan-keputusan penting, ada perubahan, kami ingin agar diajak juga," ujar Joko. (har)