"Secara teknik memang masih banyak yang harus ditingkatkan, tapi dia punya potensi untuk jadi pemain profesional. Terutama dia punya visi bermain cerdas yang diperlukan pesepak bola modern," kata Indra yang dihubungi CNNIndonesia.com dari Jakarta, Selasa (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknik individu penting. Tapi, dewasa ini pemain bola justru dituntut lebih cerdas agar dia dia punya banyak solusi dan improvisasi di lapangan," tutur mantan pelatih tim nasional sepak bola Indonesia U-19 itu.
Rafid, yang mulai bergabung dalam sesi latihan Laskar Tridatu pada Senin (14/3), bakal bertolak ke Portugal dalam waktu dekat untuk melakoni trial atau seleksi di akademi Sporting Lisbon.
Sementara Rafid mengaku bangga mendapat kesempatan berlatih bersama para pemain senior Bali United. Ia juga merasa terhormat bisa dilatih pelatih sekaliber Indra Sjafri yang memiliki reputasi bagus di sepak bola nasional.
"Pastinya sangat senang sebagai anak yang masih berusia 15 tahun diberikan kesempatan berlatih bersama para pemain senior di Bali United terlebih dilatih oleh coach Indra Sjafri yang semua orang tau beliau adalah pelatih hebat di Indonesia," ujar Rafid seperti dikutip dari laman resmi Bali United. (jun)