Nasyrov menjadi satu-satunya pemain asing yang dikontrak secara jangka panjang (setahun). Sementara duo penyerang Brasil yang lebih dulu bergabung, Wellington Guihermem dan Patrick da Silva, diikat kontrak sementara atau selama Piala Bhayangkara bergulir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatih Persija Paulo Camargo mengaku tak ragu dengan kualitas Nasyrov. Sebab, pemain 33 tahun itu pernah bekerja sama dengannya saat di Persibo Bojonegoro pada musim 2011-2012.
Minim Sosok Playmaker
Nasyrov diharapkan bisa menjadi pemasok bola kepada Wellington dan Patrick di lini depan. Kepiawaiannya mengatur alur serangan juga bisa menggairahkan lini tengah Macan Kemayoran yang tak lagi memiliki pemain bertipikal playmaker sepeninggal Robertino Pugliara di musim 2013.
Pada 2014, Persija yang ditangani Benny Dolo tak punya gelandang serang ideal. Pelatih asal Manado itu bahkan terpaksa mendorong gelandang bertahan yang dimiliki, Rohit Chand, lebih ke depan.
Setahun berikutnya, pelatih anyar tim Jingga, Rahmad Darmawan, mendatangkan Stefano Lilipaly untuk mengemban peran sentral di lini tengah.
Sayang, pemain Indonesia berdarah Belanda itu belum sempat menunjukkan tajinya bersama tim elite Jakarta lantaran kompetisi terhenti akibat konflik PSSI dan Kemenpora.
Kini, klub kebanggaan The Jakmania itu, memiliki kreator lini serang pada diri Nasyrov.
Kinerja gelandang 33 tahun itu bakal disokong Amarzukih yang lebih kuat dalam menjaga kesimbangan pertahanan. Sementara Ade Jantra bisa menjadi pelapis Nasyrov atau memerankan tugas sebagai pemain sayap serta penyerang lubang. (jun)