Rio akan menjalani debutnya di Formula 1 musim ini di Sirkuit Albert Park, Melbourne, dengan menjalani sesi latihan bebas pada Jumat (18/3) pagi. Pebalap 23 tahun itu menjadi satu-satunya wakil Asia di ajang balap jet darat pada 2016 dan juga pebalap Indonesia pertama yang berlomba di Kejuaraan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengendarai mobil balap memang mirip, tapi mempelajari pengaturan yang berbeda membutuhkan waktu."
Akan tetapi bukan berarti peralihan dari GP2 ke Formula 1 tidak membutuhkan adaptasi. Misalnya saja dalam soal fisik.
"Formula 1 lebih menguras tenaga, dan balapannya juga lebih lama. Tekanan gravitasinya ketika menikung dan juga menginjak rem juga lebih besar," kata Hunnisett.
Selain menyiapkan diri secara fisik dan teknik, Rio sendiri harus mengenal karakteristik dan tantangan sirkuit Albert Park. Hal ini terutama karena pebalap 23 tahun itu belum pernah sekalipun bertarung di Melbourne karena memang tidak digunakan sebagai sirkuit GP2.
"Ya, memang ini pertama kalinya Rio membalap di sini," kata Hunnisett. "(Belajar) dengan menggunakan rekaman video dan juga menggunakan simulator."
Lihat juga:Uniknya Pilihan Ban Tim Rio Haryanto |