"Di Bahrain kami berharap Rio bisa masuk setidaknya peringkat ke-15 atau ke-17, itu biasa saja. Itu realistis, peringkat ke-15 atau ke-17 itu sudah bagus," kata Gatot kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya sebagai pebalap pemula yang bergabung dengan tim yang bukan papan atas, Rio sudah tampil maksimal. Adapun hal-hal yang menyangkut mobil balapnya adalah di luar kapasitas Rio.
"Kami tidak tahu secara teknis, tapi dari obrolan yang ada hanya kebetulan saja Rio megalami kendala. Bukan kami cari alasan, memang agak dibutuhkan jam terbang yang tidak harus tinggi, tapi yang cukup lah untuk menaklukkan F1 itu sendiri. Bukan sebagai juara, tapi setidaknya beradaptasi," ucap Gatot.
"Kemarin Rio sempat mohon maaf tapi Pak Menteri mengatakan, 'Jangan minta maaf, kamu sudah melakukan yang terbaik.' Dan seperti yang dikatakan Piers, Rio masih yakin akan lebih baik lagi di seri-seri berikutnya.".
Sementara itu usaha mencari dana untuk Rio masih terus dilakukan. Manor meminta 15 juta euro sebagai syarat Rio menjadi pebalap mereka. Saat ini, pihak Rio baru membayarkan 5,25 juta euro yang berasal dari sponsor utama Rio, Pertamina (2,25 juta euro) dan dana pinjaman senilai 3 juta euro.
Pada pertengahan April nanti, Pertamina dikabarkan akan menyetorkan 3 juta euro lagi sehingga yang tersisa tinggal 7 juta euro.
"Kami baru memulai lagi cari dana. Pendekatannya masih sama, door to door. Terakhir saya juga sudah kontak Kementerian BUMN. Tenggat waktu pembayarannya adalah akhir Mei nanti. Yang jelas, kami masih kesulitan mencari dana," ujar Gatot. (har)