Operator Perketat Aturan Soal Komersial di ISC

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Senin, 18/04/2016 14:05 WIB
Operator Perketat Aturan Soal Komersial di ISC Pihak operator ISC akan perketat aturan soal aspek komersial dan media kepada klub-klub peserta. (ANTARA/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 dijadwalkan kick-off 29 April 2016. PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator kompetisi pun terus melakukan persiapan.

Tak hanya dari sisi kesiapan PT GTS sebagai operator kompetisi, tapi dari sisi klub dan teknis penyelenggaraan pertandingan. Salah satu yang tak kalah krusial adalah ihwal aturan soal hak dan kewajiban komersial setiap klub.

Meski Indonesia masih disanksi FIFA, pihak PT GTS selaku operator tetap akan memberlakukan aturan tersebut dengan sangat ketat kepada klub-klub. Operator tetap mengacu pada standar yang berlaku umum di level AFC dan FIFA.


Sebut saja aturan terkait marketing. Selain transparansi soal sponsor, juga dibahas lebih detail mengenai proteksi komersial, digital, serta sinkronisasi antara sponsor event dan klub.

"Memang lebih detail. Bagaimana ukuran untuk sponsor yang ada di jersey, sampai persoalan upload highlight gol di media sosial. Intinya, hak sponsor itu benar-benar dijelaskan dan dijaga sejak awal," ujar Ahmad Rizal Jamhari, peserta ISC A Club's Workshop bidang marketing dari Persela Lamongan, seperti rilis dari media ISC.

Operator juga menerapkan aturan ketat terkait penyelenggaraan kompetisi di bidang media. Penyelenggara menyiapkan denda kepada klub apabila ada kewajiban dari ofisial media yang tidak dijalankan.

"Bukan sanksinya yang kami lihat, tapi tujuannya. Sebab, harus diakui banyak klub Indonesia masih menganggap aturan-aturan teknis itu sebagai hal yang sepele. Beberapa klub Indonesia yang tampil di level AFC misalnya. Mereka kerap mendapat sanksi denda karena tak taat pada aturan-aturan itu," ujar Irfan Suryadireja, perwakilan Persib Bandung di ISC A Club's Workshop 2016 di bidang match event organization.

Sependapat dengan Persib, pihak Arema Cronus menilai bahwa penerapan ketat setiap detail aturan nantinya berguna bagi klub-klub. "Kami rasa, sanksi denda itu bukan tujuan utamanya. Tapi, lebih pada membangun kesadaran di sisi klub untuk memberikan yang terbaik, termasuk soal media," Sudarmadji, media officer Arema Cronus, menjelaskan.

"Kami sendiri mendukung usaha yang dilakukan PT GTS karena semua aturan dan proteksi yang diberlakukan ini tujuannya adalah menjaga kualitas dari event ini."

Sebelumnya, PT GTS telah menggelar workshop soal persiapan teknis kepada klub-klub profesional, Minggu (17/4), di Hotel Park Lane, Kuningan, jelang bergulirnya ISC A 2016.

Direktur Kompetisi dan Regulasi PT GTS Ratu Tisha Destria, menegaskan kegiatan itu menjadi salah satu persiapan yang krusial jelang ISC A 2016 bergulir mengingat adanya sejumlah terobosan yang diterapkan.

Workshop itu terfokus pada tiga aspek penting, yakni yakni marketing, match event organization, dan media.

Selain ISC A Club's Workshop 2016, Minggu (17/8), PT GTS juga menggelar penyegaran wasit di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. Diikuti 42 wasit dan 58 asisten wasit, kegiatan itu sendiri akan berlangsung sampai 20 April 2016.

Selain materi teori, peserta penyegaran wasit juga dijadwalkan menjalani tes fisik yang akan dihelar di Stadion Universitas Negri Jakarta (UNJ) Kampus B, Rawamangun, Jakarta Timur. (bac)