Sebeumnya, Persib hanya meraih satu gelar juara, Piala Presiden 2015, dari sejumlah turnamen yang digelar pada 2015. Sedangkan Indonesia Super League dibatalkan karena pembekuan PSSI oleh Kemenpora RI dan FIFA di tahun itu.
Bagi, Vladimir, saatnya kembali mempertahankan dominasi Persib meski skuatnya mengalami banyak perubahan di bawah arahan Dejan Antonic.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula pada laga kedua, Maung Bandung menang beruntung 2-1 atas Persita Tangerang. "Mungkin banyak orang yang tidak ingat, saat kami melawan Sriwijaya FC, kami menang lewat adu penalti, begitu pula lawan Persita," tutur Vlado, sapaan akrabnya.
"Di Jepang, kami imbang 1-1 dan meski di kediri menang 3-0, kami kalah dari Semen Padang 1-2."
Langkah tersendat itu, menurut Vladimir, tak jauh beda dengan yang dialami timnya tahun ini dengan sejumlah pemain baru. Pada 2014 pun, ia mengingatkan, timnya juga mengalami perombakan dengan datangnya Ahmad Jufriyanto, Ferdinand Sinaga, Tantan, Konate Makan, Djibril Coulibaly dan Taufik.
"Dulu tim banyak pemain baru dan Djanur (Djadjang Nurdjaman) saat itu perlu waktu membangung koneksi tim," ucapnya.
Dejan, ia melanjutkan, juga sudah pasti membutuhkan waktu untuk merekatkan kerja sama timnya. "Ditambah kini ada 10 pemain baru dan harapan suporter tentu kami ingin mendapat trofi," terang Vlado. (bac)