Saat ini tiga cabang olahraga itu akan digelar di Jakarta. Cabor atletik dan akuatik dinilai OCA sebagai cabang primadona sehingga harus digelar di kota tuan rumah utama, meski artinya harus merenovasi total kedua venue itu karena tak layak untuk ajang sekelas Asian Games.
Namun, seusai memimpin rapat dengar pendapat (RDP) antara Panitia Kerja (Panja) Persiapan Asian Games dengan perwakilan DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Kemenpora, Senin (25/4), Komisi X menilai persiapan Sumsel lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khususnya tentang penetapan venue 34 cabor, lokasi pembukaan dan penutupan Asian Games, dan hal-hal lain yang mendukung kepentingan Indonesia sebagai tuan rumah."
"Kemenristekdikti itu ada pengurangan dari 43 triliun rupiah menjadi sekitar 37 triliun rupiah. Kemendikbud juga dikurang dari 49 triliun rupiah menjadi sekitar 39 triliun rupiah. Tapi kami belum tahu Kemenpora berapa."
Lebih lanjut, Riefky mengatakan dirinya memahami soal pemotongan anggaran itu lantaran kondisi ekonomi yang mungkin tak bersahabat. Namun ia berharap hal itu tak akan menjadi penghambat jelang Asian Games nanti.
"Pengurangan mungkin kita mengerti karena situasi ekonomi saat ini. Namun kita juga harus waspada terkait status Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 nanti," ujar Riefky menambahkan.
(vws)