Ketika melihat para pemainnya kelelahan atau tak fokus lagi, Ranieri akan berteriak keras 'Dilly-ding, dilly-dong! Latihan dimulai! Dilly-ding, dilly-dong!'
Teriakan keras itu yang akan menjadi alarm yang 'membangunkan' skuatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu masih pagi sekali, dan para pemain masih mengantuk. Ranieri bisa melihat bahwa secara mental kami seolah masih berada di tempat tidur, sehingga ia berteriak 'Dilly-ding, dilly-dong!'" kata Pulga kepada The Guardian.
Seperti Pulga, mantan pemain tim nasional Italia, Antonio Nocerino, pun pernah mendengarkan bunyi lonceng Ranieri di pagi hari. Tepatnya ketika ia masih membela Juventus.
Karena itu lah ketika ia membaca soal Ranieri yang menggunakan suara imajiner itu untuk membawa The Foxes ke puncak Liga Primer Inggris, Nocerino pun terkenang dengan masa-masa dilatih pria berambut putih itu.
"Ketika saya membaca cerita Leicester, saya mulai tertawa karena momen-momen lucu bersamanya mulai bermunculan lagi di kepala saya," kata Nocerino.
Denting lonceng bukan satu-satunya trik Ranieri dalam menjaga keeratan skuatnya. Ia pun pernah mengucapkan janji sederhana yang ternyata ampuh hingga saat ini: mentraktir pizza.
Janji ini ia ucapkan ketika Leicester selalu kebobolan di sembilan laga pertamanya, meski hanya kalah satu kali. Seandainya kesebelasannya bisa tak kebobolan, maka ia akan membelikan mereka pizza.
Iming-iming tersebut terbukti ampuh. Ketika bertanding di laga kesepuluh di EPL melawan Crystal Palace, mereka menang 1-0 dan Jamie Vardy dan kawan-kawan pun berpesta pizza. (vws)