Berbicara kepada Sky Sports di sela perayaan, Ranieri menganggap keberhasilan Leicester menjadi juara Liga Primer musim ini adalah sesuatu kegilaan dan keanehan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat mendapat julukan ‘Mr Runner-up’ karena selalu gagal merebut gelar liga di Italia, Spanyol, Perancis, dan Inggris, Ranieri mengaku tidak percaya bisa melepas status tersebut bersama Leicester.
Menggantikan posisi Nigel Pearson pada Juli 2015, Ranieri hanya ditargetkan pemilik Leicester asal Thailand Vichai Srivaddhanaprabha agar selamat dari zona degradasi.
“Pada awalnya sangat penting bagi kami tetap di Liga Primer untuk beberapa musim, tapi sekarang kami jadi juara. Ketika kali pertama saya datang, situasi tidak berjalan dengan lancar,” ucap Ranieri.
“Tapi, sangat penting mempunyai pemilik klub yang bagus, dan saya bertemu orang-orang fantastis. Saya berusaha membangun mental Italia, solid dan kuat,” sambungnya. (har)