Barcelona kini berada di puncak klasemen dengan 88 poin dan disusul Madrid dengan 87 poin. Jika Barca gagal mengalahkan Granada, Sabtu (14/5), sementara Madrid menang atas Deportivo La Coruna, maka Los Blancos yang meraih trofi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teman-teman saya bilang ini adalah standar untuk sebuah insentif yang diberikan kepada para pemain dari klub-klub lain," ujar Kelava seperti dikutip dari AS.
Namun, keterangan yang diterima Kelava dari rekan-rekan satu timnya ternyata salah. Hal itu terjadi karena insentif seperti itu adalah hal yang dilarang dalam sepak bola Spanyol.
Sementara itu di kubu La Coruna, gelandang sentral klub tersebut, Pedro Mosquera, terang-terangan mengaku lebih senang Madrid yang meraih trofi La Liga. Hal itu diakui Mosquera karena dirinya memiliki hati yang tertambat di Madrid.
Mosquera adalah produk akademi dari tim ibu kota Spanyol tersebut. Namun, ia mengakui tak ingin menyerahkan kemenangan begitu saja kepada Madrid.
"Ini adalah pertandingan spesial di mana semua orang ingin bermain. Ini adalah pertandignan terakhir musim ini di stadion kami, di depan pendukung kami, dan kami akan keluar untuk sebuah kemenangan yang sudah lama tak kami dapatkan," ujar Mosquera. (kid)