Suarez yang berhasil merebut penghargaan pencetak gol terbanyak, Pichichi, dengan 40 gol menjadi penyumbang gol terbanyak disusul Messi (26 gol) dan Neymar (24 gol), membuat raihan gol mereka mencapai 80 persen dari total gol Barcelona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hal tim yang paling sering menciptakan peluang, Barcelona harus mengakui keunggulan Madrid. Dengan rata-rata 18,7 peluang per pertandingan, Madrid mengungguli Bayern Munich (18,4 peluang per pertandingan). Disusul Tottenham Hotspur dan Napoli yang sama-sama memiliki rata-rata 17,3 peluang per pertandingan.
Dengan pengecualian Barca yang merebut gelar La Liga dan PSG di Ligue 1, tim-tim dengan produktivitas gol tinggi tak menjadi jaminan mampu menjuarai liga. Hal itu terlihat di Liga Primer, Bundesliga, dan Serie A.
Di Liga Primer, Manchester City yang mampu mencetak 71 gol pada musim ini hanya bercokol di peringkat keempat dan tertinggal 15 poin dari juara musim ini, Leicester City, yang mencetak 68 gol.
Produktivitas Borussia Dortmund dengan 82 gol di Bundesliga juga tak mampu membuat tim besutan Thomas Tuschel itu menyingkirkan Bayern di puncak klasemen.
Hal serupa juga dialami AS Roma di Serie A lantaran 83 gol yang mereka ciptakan tak cukup untuk membawa mereka menyingkirkan Juventus (75 gol) dan Napoli (80 gol) dari peringkat pertama dan kedua. (har)