Ya, kemenangan atas Liverpool di final nanti bakal menorehkan sejarah baru bagi Sevilla: sukses merengkuh trofi Liga Europa untuk kali ketiga secara beruntun.
Sebelumnya, Sevilla sudah menjuarai Liga Europa pada musim 2013/14 dan 2014/15 lalu.
Pada final 2013/14, Sevilla sukses menekuk Benfica melalui adu penalti dengan skor 4-2, setelah kedua tim tampil imbang 0-0 di waktu normal. Tahun berikutnya, Los Rojiblancos sukses menyudahi perlawanan wakil Ukraina, Dnipro Dnipropetrovsk, 3-2, pada final Liga Europa 2017 di Warsawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebenarnya bisa saja final dua tim Spanyol. Saya juga lebih menyukai bermain menghadapi Villarreal.”
“Tentunya, kami menginginkan bisa naik ke iga Champions, tapi kompetisi ini (Liga Europa) juga telah memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagi kami.”
Sevilla sukses melaju ke final setelah menakklukkan Shakhtar Donetsk dengan agregat 5-3 dalam dua leg. Pada leg kedua, Sevilla menghancurkan Donetsk 3-1.
“Di semifinal, kami menghadapi tim yang sangat ambisius. Kami harus mengetahui untuk mengatasi situasi,” ucap pelatih asal Spanyol tersebut.
Catatan menarik baginya, ia mampu mengalahkan klub asal Ukraina di final Liga Europa 2014/14, Dnipro. Di semifinal musim ini, ia juga harus menghentikan perlawanan tim asal Ukraina, Donetsk.
Di final, ia harus menghadapi tim asal Inggris, Liverpool, yang menurutnya punya kekuatan luar biasa. “Setiap orang yang tak ingin maju, silakan diam saja di rumah. Tapi kami mencoba mengupayakan suatu yang indah di sepak bola,” ungkap Emery.
“Ini adalah kepuasan yang luar biasa dengan kerja keras yang sudah kami lakukan, fan dan apa yang kami inginkan di kompetisi ini.” (bac)