PS TNI Minta Maaf Insiden Kericuhan Suporter

Vetriciawizach | CNN Indonesia
Senin, 23 Mei 2016 12:20 WIB
Manajemen klub PS TNI mengatakan bahwa insiden bentrokan di lapangan antara suporter PS TNI dan Persegres karena terpicu provokasi nyanyian Ilustrasi PS TNI berlaga di Indonesian Soccer Championshio. Sebelum pertandingan melawan Persegres Gresik United terjadi kerusuhan antar-suporter. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen klub PS TNI meminta maaf atas insiden bentrokan antar-suporter yang terjadi pada laga melawan Persegres Gresik United di Stadion Petrokimia, Gresik, Minggu (22/5) pada lanjutan Indonesian Soccer Championship. Mereka juga berjanji akan mengedukasi suporter PS TNI agar peristiwa sama tak terulang.

"Kami mewakili Suporter PS TNI memohon maaf yg sebesar besarnya kepada suporter Persegres GU atas insiden kemarin di Stadion Petrokimia Gresik," demikian bunyi pernyatan resmi klub lewat rilis yang diterima CNNIndonesia.com dari Ump Djoko Purwoko.

"Tindakan yg kami lakukan selaku perwakilan manajemen klub adalah memberikan edukasi kepada suporter PS TNI agar tidak terjadi hal sama di kemudian hari."
Bentrok antara suporter PS TNI dan Persegres terjadi di tengah lapangan, sebelum pertandingan dimulai.


Suporter PS TNI yang mayoritas anggota TNI ikut tersulut emosi dan meluapkannya dengan adu fisik. Sembilan suporter Gresik harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka cukup serius, sementara belasan lainnya luka-luka.

Djoko memberikan klarifikasi kronologi versi pihaknya.

Menurutnya, suporter PS TNI terprovokasi nyanyian "rasis" pendukung Persegres, yang mengandung kata-kata "PS TNI Jan**k, Aparat ke****t", serta karena keberadaaan spanduk suporter Persegres yang dinilai rasis karena bertuliskan "Stop Arogansi Cops".

"Juga pelemparan batu salah satu oknum suporter Persegres GU yg berada di pinggir lapangan dan mengenai salah satu Suporter PS TNI, sehingga kejadian tersebut memicu turunnya oknum Suporter PS TNI ke lapangan," kata Djoko.
Satu poin lainnya yang disoroti PS TNI sebagai pemicu terjadinya insiden kerusuhan adalah suporter Persegres yang menduduki tribun Sektor 5. Menurut Djoko, tribun tersebut seharusnya dikosongkan dan harus ada barikade jarak antar-suporter.

Masih menurut Djoko, pengosongan Sektor 5 sudah disepakati sebelumnya oleh perwakilan suporter, serta Panpel Gresik, pada saat rapat koordinasi di Polres Gresik hari Jumat.

"Manajemen PS TNI menyerahkan sepenuhnya kepada Komdis PT. GTS terkait insiden kemarin, karena dihadiri oleh Match Commissioner dari PT. GTS yg menyaksikan langsung di lapangan."

"Kami harapkan Komdis bisa adil dalam menyikapi insiden kemarin sesuai regulasi dan kode disiplin PT. GTS," kata Djoko.
(yns/vws)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER