Demikian diungkapkan Direktur Kompetisi dan Regulasi GTS, Ratu Tisha Destria, yang dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak bisa menghukum orang tanpa ada aturan tertulis. Kecuali nanti ada aturan yang mengatur hingga radius 10-20 km. Itu kan sebetulnya bukan ranah operator."
Satu pekan berselang, suporter PSS, Stanislaus Gandhang Deswara (16), diduga meninggal akibat bentrokan dengan suporter lainnya di Jalan Magelang KM 14, Triharjo, Sleman, Minggu (22/5) dini hari WIB.
"Kedua kasus itu tidak melanggar regulasi apapun karena terjadi di luar stadion. Tapi GTS memiliki sikap mendatangi klub dan istilahnya ngobrol bersama agar mencari tahu bagaimana edukasi suporter ke depannya," ujar Tisha menambahkan.
"Jadi kedua kasus itu tak bisa dihukum (oleh GTS) karena tidak masuk areanya kompetisi. Kami hanya bisa menunjukkan kepedulian kami sebagai bagian dari dunia sepak bola." (jun)