Malah kisah pahit yang bakal ia kenang di Stadion San Siro, Sabtu (28/50 malam itu waktu setempat. Skuat arahan Diego Simeone kalah dari Real Madrid lewat drama adu penalyi, 5-3, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Duka mendalam dirasakan penyerang timnas Perancis itu lantaran dirinya gagal mengeksekusi hadiah penalti bagi Atletico di menit ke-48. Tendangannya membentur mistar gawang Keylor Navas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung, Yannick Ferreira Carrasco menyamakan kedudukan bagi Atletico menjadi 1-1 pada menit ke-79.
Namun, ia tampaknya tetap sulit tidur nyenyak memikirkan satu eksekusi penalti pada waktu normal yang gagal dikonversi jadi gol. "Terasa sangat memalukan saya gagal menendang penalti pada laga 90 menit, tapi begitulah yang terjadi," ungkapnya.
"Anda memang harus belajar dari hal ini (kegagalan) untuk kembali menjadi lebih kuat lagi."
Griezmann mengatakan, ia dan rekan-rekannya harus melewati laga yang sangat sulit menghadapi Madrid. "Kami bermain dengan bagus dan kami tahu akan ada keterbatasan peluang seperti laga biasanya," tutur Griezmann.
"Berkat gol Yannick Carrasco memberikan kami pengaruh yang sangat baik, ia memberikan mereka (Madrid) banyak kesulitan dan kami bisa menyamakan kedudukan."
Ini merupakan kegagalan kedua Atletico di final Liga Champions, setelah pada final 2013/14, klub itu juga kandas dari Madrid. "Semoga kami bisa tembus ke final lagi, itu tujuan kami," ucapnya.
"Ini adalah peluang bagus, tapi kami gagal melakukannya dan kami butuh kerja keras lagi," kata Griezmann, menambahkan.
"Situasi di ruang ganti sangat menyakitkan dan lelah. Kami mencoba tak akan memikirkan kekalahan yang menyakitkan ini." (bac)