Bagi Richard, kekalahan ini mengecewakan, karena Praveen/Debby diharapkan bisa kembali menunjukkan performa gemilang seperti saat merebut gelar All England 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inilah kerugian bila di babak awal sudah bertemu lawan yang memiliki level seimbang. Saya lihat ganda China sudah lebih cepat beradaptasi di laga ini."
Di Malaysia Terbuka, Praveen/Debby kalah di babak 16 besar. Sedangkan di Singapura Terbuka mereka tersingkir di babak perempat final.
"Untuk Singapura dan Malaysia, persiapan Praveen/Debby tidak bagus karena jarak yang terlalu singkat. Namun untuk kali ini persiapan sudah bagus," tegas Richard.
"Saya belum tahu secara detail sebab kekalahan Praveen/Debby karena baru akan dibicarakan nanti, namun yang pasti Indonesia Terbuka dan Australia Terbuka pekan depan telah saya tetapkan sebagai target antara bagi mereka sebelum Olimpiade," sambungnya.
Richard menyatakan status juara All England tidak memberikan beban besar pada performa Praveen/Debby. Richard lebih melihat lawan-lawan Praveen/Debby yang lebih siap.
"Setelah Australia Terbuka selesai, kami akan mengevaluasi performa Praveen/Debby. Kemudian kami melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang masih terlihat sampai waktunya Olimpiade tiba," ucap Richard. (har)