Dengan gelar tahun ini, maka Chong Wei telah enam kali jadi juara di Indonesia Terbuka, menyamai rekor milik Ardy B. Wiranata dan Taufik Hidayat. Kini pebulutangkis Malaysia tersebut membidik emas Olimpiade setelah ia hanya pernah merebut dua medali perak.
“Keberhasilan Chong Wei jadi juara di Indonesia tentunya merupakan sebuah modal bagus sebelum dirinya berlaga di Olimpiade nanti,” tutur pelatih Chong Wei, Hendrawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Olimpiade kali ini memang sangat penting bagi dia karena ini kemungkinan besar merupakan Olimpiade terakhir baginya. Dia sudah dua kali dapat perak dan sejak saya jadi pelatihnya, maka targetnya adalah emas Olimpiade.”
Karena besarnya tekanan tersebut, Hendrawan menyatakan faktor non-teknis harus jadi aspek yang benar-benar diperhatikan oleh Hendrawan di sisa waktu satu setengah bulan jelang Olimpiade.
“Tekanan yang ada terkadang membuat Chong Wei jadi sulit menampilkan performa terbaiknya. Dari segi fisik dan teknik, Chong Wei sudah memuaskan, karena itu di sisa waktu yang ada saya juga lebih fokus pada aspek non-teknis,” ujar Hendrawan.
Hendrawan pun menilai bahwa keberhasilan Chong Wei lepas dari tekanan di akhir gim kedua sebagai salah satu indikasi bahwa Chong Wei mampu lepas dari tekanan.
“Saya sudah yakin bahwa Chong Wei akan menang bila berhasil lepas dari situasi sulit di gim kedua,” tutur Hendrawan. (ptr)