Inter Milan-Suning, Awal Mula Jaringan Raksasa Olahraga

Vetriciawizach , CNN Indonesia | Senin, 06/06/2016 17:39 WIB
Inter Milan-Suning, Awal Mula Jaringan Raksasa Olahraga
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan ritel raksasa, Grup Perdagangan Suning, bukan sekadar mengakuisisi 68,55 persen saham Internazionale Milan, tapi juga membidik ambisi yang lebih besar lagi: mengendalikan kerajaan olahraga global, dengan daerah kekuasaan yang terentang dari klub sepak bola hingga pemilik hak tayang dalam jaringan (online).

Suning dan Inter Milan telah mengumumkan proses kerja sama yang baru. Sumber dari Reuters menyebutkan bahwa perusahaan yang didirikan Zhang Jindong tersebut telah mendapatkan 68,55 persen saham Nerazzurri dengan harga 270 juta euro atau setara Rp4,1 Triliun.

Kehadiran Suning ini seiring dengan semakin eratnya cengkraman Negeri Tirai Bambu itu di sepak bola. Langkah Suning mendapatkan Inter Milan baru permulaan.
Berdasarkan dokumen yang didapatkan Reuters, perusahaan penyalur alat-alat elektronik dan rumah tangga itu sedang bernegosiasi untuk menciptakan "ekosistem" global di dunia olahraga.

Termasuk di dalam jaringan ekosistem itu adalah kepemilikan klub, hak media olahraga, agensi pemain, pusat-pusat pelatihan, platform tayangan, produksi isi media, dan juga perdagangan elektroni terkait olahraga.

"Suning Sports membidik untuk mengembangkan suatu ekosistem olahraga termasuk di antaranya seluruh rantai pemasoknya, melalui ekspansi strategis dan akusisi," demikian dinyatakan dalam lembaran-lembaran presentasi yang disiapkan oleh perusahaan tersebut.

Mendapatkan saham mayoritas Inter Milan akan menjadi awal mula langkah Suning untuk melakukannya. Juga menjadi momen penting dalam langkah China menjadi raksasa di sepak bola. Saat ini Suning adalah perusahaan China pertama yang mengendalikan salah satu klub terbesar di Eropa.

Suning juga ingin menjadi salah satu perintis di dunia media olahraga, termasuk media dalam jaringan, dan menyediakan "tayangan-tayangan bermutu" dan juga "menjadi platform siaran profesional", demikian dinyatakan dalam presentasinya.
Juara Nasional

Suning, perusahaan yang memiliki pemasukan US$20 miliar per tahun, telah membangun beberapa dasar dari kerajaannya itu. Mereka memiliki klub di Liga Super China, Jiangsu Suning, dan telah menggelontorkan jutaan dolar untuk mendapatkan bintang-bintang terkenal seperti Alex Teixeira dan juga Ramires.

Mereka juga memiliki keterkaitan FC Barcelona, Liverpool FC, dan juga memiliki saham di platform dalam jaringan asal China PPTV, yang memiliki hak siar Liga Super China dan juga Piala Eropa 2016.

Keinginan Suning ini sejalan dengan ambisi Presiden China, Xi Jinping, yang ingin mengembangkan industri olahraga China dan membuatnya bernilai US$850 miliar pada 2025. Xi adalah penggemar berat sepak bola dan suatu saat ingin agar China menjadi tuan rumah, dan juga memenangi, Piala Dunia.

"Suning sangat jelas terlihat sebagai juara nasional, dan sejajar dengan perusahaan besar seperti Alibaba dan juga Dalian Wanda," kata Mark Dreyer, pendiri situs olahraga China Sports Insider.

"Saya takkan terkejut untuk melihat investasi lainnya dari Suning di masa depan, seiring dengan rencana mereka mengumpulkan aset di berbagai area kunci di bisnis olahraga."

Saat ini para pengusaha China telah memiliki saham minoritas di Manchester City, Atletico Madrid, dan juga New York City FC, sementara klub Espanyol dan Aston Villa juga dimiliki secara langsung oleh pengusaha dari negeri tersebut.

Rival Inter, AC Milan, juga sedang bernegosiasi untuk menjual sahamnya pada konsorsium asal China.

Pekan lalu, Suning juga dilaporkan Reuters sedang bernegosiasi untuk membeli Grup Stellar, agensi pemain paling ternama di dunia.  

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Era Baru Nerazzurri