"Siapa yang lebih cepat? Tergantung. Di atas trek, ketika Lorenzo mendapatkan hari terbaiknya, dia akan sangat cepat. Dia lebih kuat daripada Rossi. Lorenzo cepat dalam satu putaran lap, tapi di sisi lain Rossi punya banyak pengalaman," ujar Marquez seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rivalitas Marquez dengan Rossi yang berlangsung lebih dari delapan berakhir dengan jabat tangan di akhir balapan GP Katalonia. Marquez mengaku sudah lama menunggu tawaran jabatan tangan dari The Doctor.
Kegagalan finis yang diraih Lorenzo dan finis kedua yang diraih Marquez di GP Katalonia, membuat pebalap 23 tahun itu saat ini memuncaki klasemen sementara MotoGP 2016 dengan keunggulan sepuluh poin.
Marquez tidak menganggap keunggulan sepuluh poin adalah keuntungan yang signifikan. Pasalnya, Marquez sadar posisinya di puncak klasemen bisa terlepas dari genggaman pada seri berikutnya di GP Belanda, pekan depan.
"Sepuluh poin bukan apa-apa. Jika di balapan selanjutnya Lorenzo menang dan saya finis ketiga, maka bedanya hanya satu poin. Rossi juga hanya 22 poin tertinggal. Setelah tujuh seri, ketiga pebalap di atas klasemen hanya terpaut kurang dari 25 poin. Ini akan ketat hingga akhir musim," ujar Marquez.
(har)