Kentut Terlalu Nyaring, Pemain Swedia Kena Kartu Merah

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Kamis, 23/06/2016 07:05 WIB
Pemain klub semi-profesional Swedia Pershagen SK, Adam Lindin Ljungkvist, mendapat kartu merah yang aneh ketika menghadapi Jarna SK. Wasit Dany Kako menganggap Adam Ljungkvist sengaja kentut untuk memprovokasi lawan. (David Cannon/ALLSPORT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemain klub semi-profesional Swedia Pershagen SK, Adam Lindin Ljungkvist, mendapat kartu merah yang aneh ketika menghadapi Jarna SK pada pertandingan kompetisi divisi tujuh Liga Swedia, akhir pekan lalu.

Ljungkvist mendapat kartu merah di menit-menit akhir pertandingan karena perilaku tidak sportif. Tindakan Ljungkvist bukan melanggar lawan atau protes ke wasit. Gelandang 25 tahun itu mendapat kartu merah karena kentut terlalu nyaring.

Mengutip dari Aftonbladet, Ljungkvist mengatakan mengalami masalah dengan perut di menit-menit akhir pertandingan. Ljungkvist pun tidak mampu menahan kentut dan melepaskannya ketika berada di dekat wasit.


"Wasit memberi saya kartu kuning, dan kemudian kartu merah. Saya sempat marah kepada wasit, saya tidak percaya dia memberi saya kartu merah. Saya pikir dia mengira saya melakukannya untuk memprovokasi lawan, tapi memprovokasi lawan dengan kentut sangatlah aneh," ujar Ljungkvist.

"Saya tanya, 'Apakah pemain tidak boleh kentut di lapangan?'. Dia bilang, 'Tidak!'. Wasit mengatakan saya melakukan perilaku tidak sportif. Saya hanya bisa tertawa usai pertandingan. Ini jelas tidak biasa. Saya tidak pernah mendengar ada pesepakbola diusir wasit karena kentut," sambungnya.

Pershagen SK kalah 2-5 di pertandingan tersebut. Pihak klub lewat Facebook mengatakan keputusan wasit sangat aneh.

"Itu pertandingan yang buruk, keputusan yang buruk, dan itu pendapat kami. Kami tidak peduli dengan pendapat orang lain mengenai insiden itu. Kami terus maju," tulis pihak Pershagen SK melalui Facebook.

Wasit Dany Kako yang memimpin pertandingan mengatakan Ljungkvist sengaja kentut sebagai bentuk provokasi.

"Saya menganggapnya sebagai provokasi. Dia sengaja melakukannya dan itu perilaku tidak sportif. Untuk itu dia mendapatkan kartu kuning. Ya, aneh memang mendapatkan kartu kuning karena kentut di lapangan. Tapi, dia sengaja melakukannya," ucap Kako. (har)