Giggs pun menuliskan surat terbuka kepada para pendukung MU mengenai keputusannya meninggalkan tim dengan julukan Setan Merah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itulah, lanjut Giggs, yang memutuskan dirinya untuk meninggalkan MU--klub yang telah ia tempati sejak usia 14 tahun.
Dalam surat terbukanya tersebut, Giggs mengatakan dirinya telah memiliki banyak pengalaman dan pelajaran spesial dari mulai saat bermain, hingga berada di deretan staf pelatih.
Pria yang kini berusia 42 tahun itu pun berharap semua itu bisa membantunya saat menjadi juru taktik utama. Sebelum memutuskan mundur dari MU, pria asal Wales itu memang secara terbuka telah mengutarakan ambisinya untuk menjadi manajer Setan Merah.
Giggs merasa dirinya sangat beruntung bisa belajar dari dua manajer hebat dunia yakni Sir Alex Ferguson dan Louis van Gaal. Di bawah Ferguson, dia adalah seorang pemain paling hebat di tanah Inggris. Dan, terakhir, bersama Van Gaal, Giggs menjadi asisten manajer.
Giggs sendiri pernah meraskan tantangan sebagai pelatih utama MU, yakni ketika ia menjadi caretaker setelah David Moyes dipecat pada musim 2013/14.
Kini, Giggs telah memutuskan akan meninggalkan Old Trafford. Ia pun tak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada Mourinho untuk menerima tantangan menjadikan MU kembali terbaik.
"Saya tahu para fan juga akan menyambut dia [Mourinho]," ujar Giggs, "Saya akan merindukan keluar ke [lapangan] Old Trafford di depan anda [para fan]," tulis Giggs.
Setelah meninggalkan ManUtd, Giggs diprediksi tak akan kesulitan mendapatkan tawaran untuk terjun ke dunia kepelatihan.
Selain telah melewati ujian kepelatihan dari UEFA, Giggs juga telah banyak belajar selama menjadi asisten manajer top seperti Louis van Gaal.
Manajer Wales, Chris Coleman, bahkan menyatakan Giggs seharusnya bisa lebih berkembang lagi dengan meninggalkan zona nyamannya di ManUtd dan mencoba peruntungannya di tempat lain. Hal senada juga diutarakan mantan rekannya di ManUtd, Peter Schmeichel.
(kid)