Petenis Peringkat 41 Dunia Pecundangi Djokovic di Wimbledon
Dika Dania Kardi | CNN Indonesia
Sabtu, 02 Jul 2016 23:59 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic tersingkir dari kejuaraan Wimbledon lebih dini, Sabtu (2/7). Petenis asal Serbia itu disingkirkan Sam Querrey pada ronde ketiga ajang grand slam tersebut.
Querrey, yang merupakan unggulan ke-28, mengalahkan Djokovic 7-6 (8-6) 6-1 3-6 7-6 (7-5). Pertandingan itu sendiri sempat tertunda karena hujan.
"Saya luar biasa gembira! Ini adalah turnamen terbesar di dunia," kata Querrey usai menyingkirkan Djokovic seperti dikutip dari Eurosport. "Saya berhasil mendapatkan break points dengan baik, datang dengan servis hebat, melakuakn beberapa kesalahan saat tie-break."
Bagi Djokovic, ini adalah kekalahan pertamanya di turnamen mayor sejak di final Perancis Terbuka 2015 silam. Kekalahan dari Querrey pun membuat Djokovic gagal melaksanakan misi hattrick gelar Wimbledon.
Querrey sendiri mengaku kesal ketika hujan melanda dan membuat pertandingan tertunda. Beruntung petenis asal Amerika itu bisa mengalahkan Dkokovic.
Mantan petenis Inggris yang empat kali berhasil menembus semifinal Wimbledon, Tim Henman menilai kekalahan Djokovic adalah kekalahan mental. Pria berusia 41 tahun itu menilai Djokovic lebih tertekan, dibandingkan kelelahan fisik.
"Ada banyak kontak mata dengan kotak. Itu menjadi performa yang aneh [dari Djokovic]," kata Henman seperti dikutip dari BBC Sport.
(kid)
Querrey, yang merupakan unggulan ke-28, mengalahkan Djokovic 7-6 (8-6) 6-1 3-6 7-6 (7-5). Pertandingan itu sendiri sempat tertunda karena hujan.
"Saya luar biasa gembira! Ini adalah turnamen terbesar di dunia," kata Querrey usai menyingkirkan Djokovic seperti dikutip dari Eurosport. "Saya berhasil mendapatkan break points dengan baik, datang dengan servis hebat, melakuakn beberapa kesalahan saat tie-break."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Querrey sendiri mengaku kesal ketika hujan melanda dan membuat pertandingan tertunda. Beruntung petenis asal Amerika itu bisa mengalahkan Dkokovic.
"Ada banyak kontak mata dengan kotak. Itu menjadi performa yang aneh [dari Djokovic]," kata Henman seperti dikutip dari BBC Sport.
(kid)