Rooney juga menegaskan akan menerima setiap peran yang dibebankan Mourinho, termasuk jika harus kembali menjadi ujung tombak.
Di bawah kepelatihan Louis van Gaal, dalam dua musim terakhir Rooney memang pernah menjadi gelandang serang sementara Anthony Martial menjadi ujung tombak. Rooney pada bulan lalu juga sempat mengatakan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk berperan di area lapangan yang lebih dalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal-hal seperti ini terjadi. Saya merasa, dengan kepandaian sepak bola saya, saya bisa bermain di sana dan memperpanjang karier saya."
"Ada banyak pekerjaan di lapangan. Yang paling sukar adalah menemukan pemain yang akan menaruh bola di dalam gawang," kata Mourinho, seperti dikutip dari The Guardian.
"Memang normal jika pemain seusianya (Rooney) berubah sedikit. Satu hal yang tidak pernah berubah adalah rasa laparnya untuk menempatkan bola ke gawang. Mungkin ia bukan seorang penyerang, bukan seorang nomor sembilan (ujung tombak) lagi. Tapi di bawah saya ia tidak akan pernah menjadi nomor enam (gelandang) dan bermain 50 meter dari gawang."
Mourinho mengakui bahwa Rooney memang pandai dalam memberikan umpan. Namun kondisi itu hanya berlaku ketika sang pemain tidak berada dalam tekanan.
"Bahkan umpan saya sendiri mengagumkan tanpa adanya tekanan. Banyak pemain yang memiliki umpan yang hebat, tapi menaruh bola di dalam gawang adalah pekerjaan tersukar. Ia akan menjadi seorang nomor 9, nomor 10, nomor 10. Tapi tidak akan pernah menjadi nomor 6 atau 8." (vws)