Tim Moto2 asal Spanyol yang diperkuat Salom, SAG, sebelumnya menyatakan kecelakaan nahas yang dialami Salom disebabkan perpaduan antara kondisi trek yang tidak rata dan rem di saat yang tidak tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari Autosport, pihak MotoGP mengatakan kondisi tekanan ban depan dan belakang Salom saat kejadian berlangsung dalam kondisi normal. Motor yang ditunggangi Salom juga tidak mengalami kegagalan mesin.
"Tapi, dia mengerem tujuh atau delapan meter lebih dekat ke tikungan 12 dari lap terbaiknya. Tuan Gomez berspekulasi sang pebalap mungkin melihat ke belakang dan ketika kembali melihat ke depan, dia salah membaca posisi atau di luar jalurnya," demikian pernyataan resmi MotoGP.
"Hal itu bisa berakhir dengan tekanan rem yang lebih besar daripada biasanya, yang terlihat dari data telemetri. Ban depan kehilangan traksi dan mengakibatkan kecelakaan."
Pihak MotoGP kemudian membantah kondisi trek di tikungan 12 tidak rata. "Tuan Gomez tidak melihat adanya hal yanganeh dari kecelakaan. Dia juga memastikan tidak ada bukti data bahwa ada kemungkinan trek tidak rata," demikian pernyataan resmi MotoGP. (har)